Langsung ke konten utama

Terungkap! Ternyata Dia yang Suruh Ratna Buat Drama Hoax Penganiayaan?


Baru-baru ini kita dihebohkan dengan drama Ratna Sarumpaet yang mengaku telah dipukuli oleh orang tak dikenal pada 21 September 2018 di Bandung. Hal ini sontak mendapat perhatian dari berbagai kalangan termasuk Prabowo yang mengecam pelaku kekerasan itu.

Padahal ternyata setelah diteliti oleh polisi, pada tanggal 21 September 2018 Ratna tidak berada di Bandung, melainkan di RS Bina Estetika. Dirinya sedang melakukan prosedur operasi pada wajahnya sehingga membuat bengkak seperti pada foto yang beredar. Kemudian, pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu, Ratna akhirnya mengakui kalau dirinya berbohong.


"Itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan," ujar Ratna di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan seperti yang dilansir dari news.detik.com (Rabu, 03/10/2018)

Dan yang mengejutkan adalah Ratna juga mengaku kalau dirinya melakukan drama itu karena cerita yang diberikan oleh setan kepadanya. "Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," tuturnya.

Well, jadi selama ini setan lah yang menginspirasi Ratna untuk membuat drama guys. Jadi pengen ketawa ya. Kalau setan bisa ngomong, mungkin dia akan bilang,"Kenapa gue yang disalahin?" Menurut kamu gimana? Tulis pendapatmu di komentar ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bikin Penasaran! Ini Dia Warung Tertinggi di Indonesia yang Gempar di Sosial Media

Warung makan di atas gunung adalah hal yang langka dan jarang. Sekalipun ada, pasti menunya sederhana seperti gorengan dan buah-buahan. Namun beda ceritanya jika kamu berangkat ke Gunung Lawu. Di gunung tersebut terdapat penjual pecel legandaris kesayangan para pendaki, yaitu Mbok Yem. 1. Penunggu Gunung Lawu yang Melegenda Yang dimaksud di sini jelas bukan penunggu berwujud makhluk halus. Mbok Yem memang benar-benar tinggal dan menetap di Gunung Lawu. Lokasinya pun bukan di lereng gunung, tapi menempati pelataran yang berjarak beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah. Wanita bernama lengkap Wakiyem ini telah tinggal di Gunung Lawu sejak tahun 80-an. Meski fisiknya tak sekuat dulu, ibu empat anak tersebut tetap setia memanjakan pendaki dengan hidangannya. Sungguh mengagumkan, mengingat cuaca di gunung yang sangat ekstrem. 2. Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Warung Mbok Yem digadang-gadang sebagai tempat makan permanen tertinggi di Indonesia. Ketinggian Gunung Lawu sendiri mencapai...

Astaga, Ahok Tak Pindah Keyakinan, Bripda Puput Malah Murtad ?

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan akan menikahi seorang Polwan cantik bernama Puput Nastiti Devi. Sumber terpercaya di Polda Metro Jaya mengatakan teman-teman Puput menyambut senang kabar tersebut. "Saya setuju (Ahok-Puput menikah). Ahok itu kan ganteng. Ahok itu kan bukan narapidana berat, bukan narkoba, bukan korupsi. Dia kan hanya (korban) fitnah aja," kata sumber tersebut di Polda Metro Jaya, Jumat (7/9) pada Tagar News. Sebelumnya ia mengatakan Ahok dan Puput akan menikah di Bali, Januari 2019. "Teman satu letingan (angkatan) -nya bilang (Puput dan Ahok) nikahnya di Bali nanti. Sudah disebar sama letingannya dia (Puput). Sudah menyebar kabar itu (Ahok dan Puput akan menikah). Mereka akan menikah di Bali tahun depan, Januari nanti," katanya. Ia juga mengatakan Puput Nastiti Devi sudah mengurus surat nikah untuk rencana pernikahannya dengan Ahok. "Dia (Puput) sudah mengurus surat nikahnya," katanya. Spekulasi yang beredar menyebut Ahok kemungkina...

Naik Pajero, Pria Ini Curi Kotak Amal Masjid

Jajaran Polres Kota Tangerang mengungkap pencurian kotak amal di sebuah masjid yang berada di kawasan Rumah Makan Beda Rasa di Kampung Teureup, Desa Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang pada Selasa (18/9) lalu. Pelaku pencuri kotak amal yang sempat viral di media sosial itu adalah seorang pria berinisial MM (42), warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Tersangka ditangkap di rumahnya kemarin. Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pengungkapan pelaku berdasarkan bukti petunjuk dari rekaman CCTV. Dari rekaman CCTV itu, kata Kapolres, didapati petunjuk bahwa pelaku menggunakan mobil Pajero warna hitam. "Dilakukan penyelidikan dengan pengecekan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku dan didapati alamat berada di wilayah Bekasi," kata Kapolres, Rabu (26/9). Kapolres melanjutkan, Tim Reskrim langsung bergerak menuju ke lokasi serta berkoordinasi dengan personel Polri di Polsek Medan Satria, Polres Metro Bekasi Kota. Dikatakan ...